Kenali Diri Kenali Rasa
Bacaan
Kenali Dirimu dan Emosimu
Sering deg-degan saat berbicara di depan umum? Tenang, bukan kamu saja yang rasakan!
Pernah tidak, saat kalian disuruh oleh guru naik menjelaskan atau menjawab soal? Lalu kalian tiba-tiba deg-degan, gemetar, atau tangan berkeringat?
Bisa berbicara di depan umum atau biasa disebut public speaking itu salah satu skill yang bisa jadi menentukan kesuksesanmu pada berbagai hal. Apriyeni dan Rozali (2021) bilang kalau public speaking itu ialah cara kita berinteraksi kepada orang lain. Supaya ide dan gagasan kita dapat tersampaikan.
Tapi, kok rasanya susah banget, ya?
Ya! Kenyataannya memang banyak dari kita yang sulit untuk berbicara di depan umum. Mungkin kamu pernah merasa tidak ada motivasi untuk tampil atau canggung berhadapan dengan orang baru bahkan kamu merasa lingkungan sekitarmu kurang mendukung. Hal itu semua kadang buat kita seringkali cemas saat berbicara di depan umum.
Tenang, kalau kamu cepat itu normal kok!
Raja (2017), seorang peneliti bilang kalau 80 dari 100 orang pernah mengalami kecemasan berbicara di depan umum. Jadi rasa cemas saat mau berbicara itu merupakan fenomena yang umum. Bahkan, 4 dari 10 orang menganggap takut berbicara di depan umum itu bagian dari ketakutan terbesar mereka. Terlebih bagi kamu yang masih berstatus sebagai pelajar.
Kamu bisa bayangin, saat kita jadi pusat perhatian, terkadang perasaan rasa takut itu muncul dan buat kita cemas misal saat ditunjuk oleh guru untuk menjelaskan. Kadang kita merasa mual atau bahkan keringat dingin. Makanya, kebanyakan kita menghindari situasi yang mengharuskan kita untuk tampil di depan umum. Bahkan kalau terpaksa sekalipun, kadang kita merasakan tekanan yang tinggi.
Jadi, Cemas itu apa sih?
Cemas itu bisa kita artikan sebagai bentuk keadaan yang buat gelisah dan takut karena kita merasa terancam. Menurut Tania (2022), salah satu bentuk kecemasan itu adalah berbicara di depan umum. Ia menjelaskan jika kecemasan tersebut perasaan campur bisa berupa takut, khawatir dan tegang. Jadi, ketika perasaan tersebut muncul yang buat kita untuk menghindari situasi berbicara di depan umum.
Selain itu, penelitian dari Hasanah dan Saugi (2021) juga menambahkan kalau rasa yang tidak nyaman ini muncul dari tiga tahap:
- Saat kita baru memikirkan untuk berbicara di depan umum
- Saat kita sedang mempersiapkan diri atau lagi latihan.
- Bahkan tepat saat kita sedang berbicara di depan umum.
Kalau dibiarkan, kecemasan berbicara di depan umum itu bisa jadi penghalang kita untuk mencapai tujuan pribadi atau bahkan urusan kita di masa depan.
Lantas, kenapa kita merasa cemas?
Saputri dan Indrawati (2017) menjelaskan kalau beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:
- Takut dijudge jelek oleh audience.
- Kita merasa insecure.
- Kadang-kadang juga kita merasa tidak menguasai materinya.
- Dihadapan kita lebih senior yang buat kita grogi.
- Pernah mengalami pengalaman buruk masa lalu saat berbicara.
- Atau kita takut salah berbicara dan mendapat reaksi buruk dari audience.
Nah, dari itu penting bagi kita untuk memahami langkah-langkah untuk mengatasi keceamasannya. Karena kalau dibiarkan, dampaknya bisa merugikan diri kita loh.
Daftar Pustaka
Aprilia, M. (2023). Pengembangan bahan ajar berbasis model icare untuk pencapaian kemampuan berpikir analitis matematis siswa. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Hasanah, N.A & Saugi, W. (2021). Fenomena ketidakpercayaan diri mahasiswan IAIN Samarinda ketika berbicara di depan umum. Borneo Journal of Islamic Education, 1(1), 1-12. E-ISSN: 2775-6548.
Raja, F. (2017). Anxiety level in students of public speaking: Couses and remedies. Journal of Education and Educational Development, 4(1), 94-110.
Saputri, V. F., & Indrawati, E. S. 2017. Hubungan antara konsep diri dan kecemasan berbicara di depan umum pada siswa kelas xi sma negeri 3 sukoharjo. Jurnal Empati, 6(1), 425-430. https://doi.org/10.14710/empati.2017.15181
Tania, V. (2022). Hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa fakultas psikologi UNISSULA. Skripsi. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung.
Aktivitas
Aktivitas
Setelah mengisi gambaran awal mengenai kecemasan berbicara di depan umum, selanjutnya kita akan beranjak pada aktivitas kedua yakni menilai diri sendiri saat berbicara di depan umum.
Petunjuk Kegiatan: Menilai Diri Saat Berbicara di Depan Umum
Petunjuk Pengisian (untuk dibacakan oleh siswa):
- Kalian akan mengisi lembar kerja ini secara pribadi. Dapat diakses pada link dibawah ini
https://writeforspeak.id/menilai-diri-saat-berbicara-di-depan-umum.html - Di dalamnya, ada dua bagian:
- Bagian A: Menuliskan kekuatan/kelebihan kalian saat berbicara di depan umum.
- Bagian B: Menuliskan kekurangan/hal yang ingin diperbaiki saat berbicara di depan umum.
- Bagian C: Menuliskan harapan atau target untuk bisa lebih percaya diri berbicara di depan umum.
- Waktu untuk mengisi lembar kerja ini adalah 5 menit.
Jawab dengan jujur sesuai dirimu sendiri. Tidak ada jawaban yang salah. - Setelah selesai, kalian akan dibagi dalam kelompok berisi 4 orang.
- Di dalam kelompok, setiap orang akan bergantian menjelaskan hasil refleksinya.
Gunakan lembar kerja yang sudah kamu isi sebagai panduan saat bercerita ke teman-temanmu. - Waktu bicara setiap orang adalah 3 menit kemudian dilanjutkan dengan orang selanjutnya.

Apa yang kita pelajari
Aktivitas identifikasi kekuatan dan kekurangan ketika berbicara di depan umum bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan pemahaman peserta didik. Melalui diskusi kelompok kecil, peserta didik dapat mengindentifikasi kekuatan dan kekurangan serta memahami setiap orang punya perbedaan kekuangan dan keurangan saat berbicara di depan umum.
Tantangan di Rumah
Tantangan di Rumah
Nah setelah kita belajar dan berdiskusi tentang berbicara di depan umum, sekarang waktunya kamu mengerjakan tantangan pribadi di rumah
Apa yang harus kamu lakukan?
Kamu diminta untuk menuliskan pengalaman saat berbicara di depan umum.
Boleh pengalaman saat presentasi di kelas, saat lomba pidato, atau bahkan saat kamu diminta bicara di depan teman atau keluarga.
Petunjuk Menulis:
- Tuliskan pengalamanmu di lembar kerja yang telah disediakan pada link dibawah ini:
Link: Pengalaman Saat Berbicara di Depan Umum
(Contoh tulisannya dapat diakses s.id/contohtantangandisini ) - Tulis dengan santai dan jujur. Kamu bebas menulis sesuai perasaanmu.
Tidak usah khawatir soal ejaan atau tata bahasa. - Lama waktu menulis 15 menit. Pilih waktu yang tenang dan suasana yang nyaman biar kamu bisa menulis dengan lebih rileks.
Tips
- Ceritakan dengan detail: kamu bicara di mana, dalam acara apa, bagaimana perasaanmu, apa yang terjadi, dan apa yang kamu pelajari.
- Kalau pernah gugup, bingung, atau malah senang. Semua boleh ditulis!
- Ini bukan siapa yang cepat atau lambat, jadi nikmati proses menulisnya.
Kapan dikumpul ?
Tulisan ini akan dikumpulkan saat pertemuan selanjutnya. Kamu bisa mengirimkan tulisannya disini. (s.id/tulisannya)