Atasi Kecemasan,
Terampil Berbicara

Bacaan

Bicara Tanpa Grogi, Bisa Kok!

Kenapa cemas berlebihan itu bahaya? Bagaimana cara mengatasinya?

Rasa cemas yang kita alami saat berbicara di depan umum itu bukan masalah sepele! Sehingga hal tersebut harus segera diatasi. Kalau dibiarkan, bahayanya bisa menjadi lebih serius. Dalam jangka pendek, kamu bisa kehilangan kendali saat akan berbicara di depan umum. Sedangkan dalam jangka panjangnya, hal ini juga dapat buat kita minder, cenderung menghindari pergaulan yang berdampak terhadap prestasi belajar kita di sekolah.

Atasi kecemasan Berbicara di depan umum merupakan bekal penting

Menurut Aryani, et al (2021, 2023) menyebut kalau siswa SMK itu perlu dibekali dengan soft skill agar nanti mampu bersaing di dunia kerja. Nah, salah satu soft skill yang penting adalah kemampuan berbicara di depan umum atau bahasa gaulnya nih, confident communication.

Aryani (2022) yang merupakan pakar bimbingan karir menjelaskan kalau kemampuan komunikasi bekal utama kita untuk dapat bersaing. Sehingga kita penting untuk memahami dan mempelajari cara mengatasi kecemasan berbicara di depan umum. Langkah yang sebelumnya telah dijelaskan untuk mengatasi yaitu dengan terbuka mengenai apa yang kita rasakan. Sikap terbuka ini memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mengerti bahkan memberikan dukungan.

Menulis, cara kita untuk terbuka

Para ahli seperti Wong, et al (2021) dan Salim, et al (2024) menyebut kalau metode expressive writing bisa memunculkan emosi positif. Emosi positif ini yang membuat kita lebih berpikir terbuka dan mampu bertindak lebih baik hingga mengembangkan pola pikir kita jadi lebih luas.

Selain itu Fadaei, et al (2024) menambahkan melalui ekspresi emosi lewat tulisan yang dibuat berdampak positif buat kita, mulai dari fisik yang semakin baik, hubungan sosial, cara berpikir hingga kesehatan mental kita lebih baik.

Jadi, dengan menulis, kamu dapat mendapatkan pemahaman yang baru mengenai penyebab rasa cemas dan bagaimana cara menguranginya. Agar semakin terasa dampaknya, kamu dapat mencoba merefleksikan atau menceritakan hasil tulisanmu di depan teman-temanmu.

Hasil yang kamu dapatkan

Kalau disekolah ada pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), nah expressive writing ini juga bisa menjadi P3K kamu saat lagi cemas. Ketika kecemasan kamu berhasil diatasi, hasilnya tentunya akan berdampak positif buat dirimu.

Hasil penelitian dari McCallum, et al (2021) dan Purnana, et al (2022) menjelaskan jika keberhasilan mengatasi rasa cemas saat berbicara di depan umum dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan emosional. Dampaknya? Prestasi akademik kamu dapat meningkat dan tidak perlu cemas lagi saat guru kalian menyuruh untuk tampil. Keren, kan?

Terbuka mengenai kecemasan dapat dilakukan dengan menulis. Wong, et al (2021) dan Salim, et al (2024) menjelaskan bahwa emosi positif yang muncul melalui metode expressive writing membantu peserta didik berpikir lebih terbuka, serta mendorong terbentuknya pola pikir dan tindakan yang lebih luas. Fadaei, et al (2024) menjelaskan jika mengekspresikan emosi ke dalam tulisan memberikan dampak positif pada kesejahteraan fisik, sosial, kognitif, dan psikologi. Menulis membantu siswa mendapatkan wawasan mengenai penyebab dan pengurangan kecemasan. Penguatan untuk mengatasi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa yakni dengan merefleksikan tulisannya di depan umum kepada semua partisipan.

Expressive writing sebagai bentuk layanan responsif yang merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. Penelitian dari McCallum, et al (2021 dan Purnama, et al (2022) menunjukkan bahwa kecemasan public speaking yang berhasil diatasi dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan emosional. Hal tersebut berdampak pada peningkatan pada prestasi akademik dan keterlibatan dalam interaksi sosial.

Daftar Pustaka

Aryani, F., Rais, M., Arfandi, H. (2023). Exploration of the influence of soft skills on career efficacy of smk students. Jurnal Nalar Pendidikan, 11(2). 

Aryani, F., Sinring, A., Rais M., & Kasim, S.N.O. (2021). Informasi layanan karir di era digital 4.0 bagi guru bk smk. Pengabdi, 2(1):17–24. 

Aryani, F. (2022). Keterampilan Asertif untuk Remaja. Bengkulu: El Markazi. 

Ateş, A., & Bahşi N. (2022). The effects of emotional intelligence of the foreign students learning turkish language on speaking and writing anxiety. Educ Q Rev, 5(4):160–71.

Fadaei, S., Jacques, T., & Alves, R. A. (2024). Effects of expressive writing and self-distancing on electrodermal activity during writing. J Writ Res, 16(2):223–48. 

McCallum, S.M., Calear, A.L., Cherbuin, N., Farrer, L. M., Gulliver, A., Shou, Y., et al. (2021). Associations of loneliness, belongingness and health behaviors with psychological distress and wellbeing during COVID-19. J Affect Disord Reports [Internet]. 2021;6:100214. https://doi.org/10.1016/j.jadr.2021.100214

Purnama, G. G., Rochani., & Dalimunthe, R.Z. (2022). the effect of expressive writing therapy to improve students’ public speaking ability in front of the class. Bisma J Couns, 6(3):386–96. 

Salim, A. W. F., Aryani, F., & Umar, N.F. (2024). Application of emotional freedom techniques (eft)-based relaxation to reduce public speaking anxiety. COUNSENESIA, 5(2):208–17. 

Wong, C.S., Chua, M. J., & Prihadi, K.D. (2021). Reducing depressive symptoms and increasing positive feelings with expressive writing. Journal Public Health, 10(2):433–44. 

Aktivitas

Aktivitas

Aktivitas 1. Latihan Public Speaking Mini – Talk Show Berpasangan

Setelah kamu telah melewati topik I dan II memalui beragam aktivitas, kali ini kita akan berlatih berbicara di depan umum dengan cara yang seru dan santai: Mini Talk Show!

Instruksi Kegiatan:

  • Kegiatan kali ini adalah bermain peran sebagai host dan narasumber, seperti di acara talkshow di TV atau di Youtube. Tujuannya untuk belajar bicara dengan percaya diri di depan orang lain.
  • Kalian akan dibagi berpasangan secara acak.
    • Satu orang menjadi host (pembawa acara)
    • Satu orang lagi menjadi narasumber
  • Sebagai host, kamu akan mengajukan pertanyaan kepada pasanganmu.
    Topiknya ringan dan menyenangkan! Daftar pertanyaannya bisa dilihat di bawah ini.
NoPertanyaan
1Apa momen paling lucu yang pernah kamu alami saat tampil di depan umum?
2Siapa orang yang paling mendukung kamu saat kamu merasa gugup? Ceritakan alasannya.
3Kalau kamu bisa berbicara di depan banyak orang, topik apa yang paling ingin kamu bawakan?
4Apa hal yang bikin kamu paling gugup saat tampil? Dan bagaimana biasanya kamu mengatasinya?
5Menurutmu, public speaking apakah penting? Kenapa?
6Ceritakan satu pengalamanmu saat berhasil mengatasi rasa takut bicara di depan orang lain.
7Kalau kamu punya “jurus rahasia” untuk tampil percaya diri, itu apa?
8Apa yang kamu lakukan sebelum tampil supaya merasa lebih siap?

Host bisa memilih 3-5 pertanyaan dari daftar ini untuk diajukan ke narasumbernya. Boleh juga ditambahkan pertanyaan sendiri yang sejenis!

  • Waktu bicara: 5 menit untuk setiap sesi. Setelah 5 menit, kalian tukar peran: yang tadinya host menjadi narasumber, dan sebaliknya.
  • Selama kegiatan berlangsung, guru akan berkeliling dan memberi semangat serta pujian atas usaha kalian.
  • Setelah semua selesai, kita akan berbagi pujian kepada pasangan kita.
    Katakan apa yang menurutmu bagus dari penampilan temanmu hari ini!
freepik the style is 3d model with octane render volumetri 63078

Apa yang kita pelajari ?

Berbicara itu bukanlah sebuah bakat, melainkan keterampilan, sehingga dapat dilatih. Semakin sering mencoba, maka semakin akan terbiasa. Mendengarkan dan mendengarkan sama pentingnya. Berani tampil bukan berarti tidak gugup, namun tetap memilih berbicara meski gugup.

Aktivitas 2

  • Buka kembali tulisanmu sebelumnya.
    • Bacalah kembali tulisan tentang pengalaman berbicara di depan umum dan pengalaman yang membuatmu takut.
    • Garis bawahi bagian-bagian yang paling membuatmu teringat atau terpengaruh.
  • Pada bagian ini, kamu akan diajak untuk merenungkan lebih dalam tentang apa yang kamu pikirkan, rasakan, dan alami saat berbicara di depan umum. Lembar kerja ini dirancang untuk membantumu menyadari pola-pola dalam dirimu, serta menyusun langkah kecil dan bermakna agar kamu lebih percaya diri. 
    • Pada lembar kerja tersebut terdapat:
      • Bagian I. Menemukan pola diri. Lihat kembali tulisanmu tentang pengalaman berbicara di depan umum dan pengalaman yang membuatmu takut dengan mengisi tabel yang disediakan.
      • Bagian II. Saat kamu takut berbicara di depan umum, biasanya pikiran negatif apa yang muncul? Contoh: “Aku pasti ditertawakan” / “Aku nggak tahu harus bilang apa”. Setelah selesai silahkan ubah menjadi kalimat positif.
      • Bagian III. Strategi awal menghadapi ketakutan, Berdasarkan pengalamanmu, pikirkan 1 strategi sederhana yang bisa kamu lakukan saat mulai merasa takut berbicara di depan umum. Bisa berupa cara menenangkan diri, mempersiapkan materi, atau berbicara dengan teman.
belajar apa

Apa yang kita pelajari ?

Berbicara itu bukanlah sebuah bakat, melainkan keterampilan, sehingga dapat dilatih. Semakin sering mencoba, maka semakin akan terbiasa. Mendengarkan dan mendengarkan sama pentingnya. Berani tampil bukan berarti tidak gugup, namun tetap memilih berbicara meski gugup.